Semilir udara menerpa ragaku yang sedang
mengalun sendu. Lamunanku buyar
ketika sentuhan tangan dari
ibuku menyentuh lembut dibahuku.
“Kevin,
mandi cepat sudah
sore !” Perintah ibuku.
“Iya
bu, bentar lagi ya ? hehehe” Jawabku
dengan sedikit melucu.
“Memangnya kamu
lagi memikirkan apa
sih ?” Tanya ibuku.
“Mau tau
aja ibu itu” Jawabku dengan
malu.
“Heh,
udah cepat mandi sana !” Perintah ibuku
dengan nada kesal.
“Iya-iya
bu, ini mau mandi ”
Bergegas
ku mengambil handuk
untuk mandi.Sore ini seperti biasa
kegiatanku mengasuh adik
dan membantu ibuku, tak
jarang aku pun lupa
untuk mengerjakan pekerjaan
yang diberikan oleh guru ku.Yaaa, maklumlah kadang-kadang
lupa.
Pagi menjelang kusambut mentari yang masih malu-malu menampakan dirinya.Ku lihat jam dinding kamarku menunjukan pukul 05.00 WIB .Segeraku ambil air wudlu untuk menjalankan kewajibanku yaitu sholat.Selesai sholat aku membantu ibuku untuk menata dagangannya diwarung setelah aku membantu pekerjaan ibuku aku pun harus membantu pekerjaan bapak ku.Iya ini lah keseharianku , aku memang tidak seperti teman-temanku yang selalu bersantai-santai ketika pagi menjelang.Karena aku bukanlah orang yang mampu bukan seperti mereka yang setiap hari mudah mendapatkan uang saku.Terkadang aku selalu berfikir apakah dunia ini adil kepadaku ? hanya lamunan kosonglah yang menjawab pertanyaanku.Ah, sudahlah kenapa aku jadi menyalahkan dunia ini.Aku yakin dengan hidupku yang seperti ini nantinya aku akan mencapai kesuksesanku dengan mudah.Karena masih kecil saja aku sudah belajar untuk mandiri.
Selesai sudah aku membantu bapak dan ibuku,ini saatnya aku untuk mengambil handukku untuk mandi dan bergegas menuntut ilmu. Ya benar disekolahSMA N 27 Harapan lah aku
menuntut ilmu.
Pagi menjelang kusambut mentari yang masih malu-malu menampakan dirinya.Ku lihat jam dinding kamarku menunjukan pukul 05.00 WIB .Segeraku ambil air wudlu untuk menjalankan kewajibanku yaitu sholat.Selesai sholat aku membantu ibuku untuk menata dagangannya diwarung setelah aku membantu pekerjaan ibuku aku pun harus membantu pekerjaan bapak ku.Iya ini lah keseharianku , aku memang tidak seperti teman-temanku yang selalu bersantai-santai ketika pagi menjelang.Karena aku bukanlah orang yang mampu bukan seperti mereka yang setiap hari mudah mendapatkan uang saku.Terkadang aku selalu berfikir apakah dunia ini adil kepadaku ? hanya lamunan kosonglah yang menjawab pertanyaanku.Ah, sudahlah kenapa aku jadi menyalahkan dunia ini.Aku yakin dengan hidupku yang seperti ini nantinya aku akan mencapai kesuksesanku dengan mudah.Karena masih kecil saja aku sudah belajar untuk mandiri.
Selesai sudah aku membantu bapak dan ibuku,ini saatnya aku untuk mengambil handukku untuk mandi dan bergegas menuntut ilmu. Ya benar disekolah
“Ibu
?” Panggilku mencari ibu,
“Iya ada apa ?” Tanya ibuku,
“Aku mau
pamit pergi kesekolah
bu” Jawabku.
“Oh,
Hati-hati ya nak !” Pinta ibuku.
“Iya
bu, assalamu’alikum.” Ucapku sambil mencium
tangan ibuku.
“Wa’alaikum salam
warahmatullah.” Jawab ibuku.
Kuambil
sepeda kesayanganku untuk
ku gayuh ke sekolahku, sepeda itu sudah
sedikit berkarat namun
benda itu adalah
sahabat setiaku.Tak peduli
mereka menganggap aku
apa,ini lah aku yang
tampil apa adanya.
Setiap kali aku memasuki kelas ku , aku selalu ingat kepada satu orang yang mungkin orang paling spesial dalam hidup aku.Namanya adalah Fella, ia cantik, baik, manis, tapi kadang nyebelin.
Setiap kali aku memasuki kelas ku , aku selalu ingat kepada satu orang yang mungkin orang paling spesial dalam hidup aku.Namanya adalah Fella, ia cantik, baik, manis, tapi kadang nyebelin.
“Hai
Fella ?” Sapa ku dengan
sedikit senyuman manis.
“Hai juga
baru berangkat ?” Jawabnya menatapku dengan lembut.
“Iya.
Eh ada PR tidak ?” Tanyaku.
“Tidak
deh” Jawabnya sambil membuka bukunya.
Kita pun
bercincang-bincang lumayan lama.Hingga
tidak sadar bahwa
jam pelajaran pun akan
dimulai.Seperti biasa sebelum
memulai kegiatan belajar
mengajar kami pun berdoa
terlebih dahulu.
Setiap kali guru sedang menerangkan pelajaran tak jarang kami bertatapan mata meskipun hanya sekejap.Entah mengapa setiap kali aku menatap matanya aku merasakan detak jantungku berdetak dengan tempo yang berbeda.Apakah ini yang namanya cinta?.
Setiap kali guru sedang menerangkan pelajaran tak jarang kami bertatapan mata meskipun hanya sekejap.Entah mengapa setiap kali aku menatap matanya aku merasakan detak jantungku berdetak dengan tempo yang berbeda.Apakah ini yang namanya cinta?.
Kegiatan belajar
mengajarpun sudah selesai,bergegas ku mengemas-ngemasi buku-buku ku.
“Fella
?” Panggilku.
“Iya
ada apa vin ?” Jawabnya dengan muka
lugu.
“Eh
tidak-tidak,tidak jadi. Maaf ” Jawabku
dengan malu.
Sebenarnya hari
ini aku akan
mengajak Fella kesuatu
tempat, dimana tempat itu selalu
membuat ku merasa nyaman
dan tentram.Tapi sayangnya
aku belum berani
mengajaknya.Mungkin aku harus
mengumpulkan nyali dulu.
Sesampainya aku dirumah handphoneku berdering.Setelah aku buka,ternyata SMS dari Fella yang menanyakan sudah tibakah aku dirumah.Wah senang sekali rasanya dapat perhatian dari seorang yang begitu spesial dihidupku.Ku balas SMS itu dan mengatakan bahwa aku sudah sampai dirumah.Akupun berbasa-basi dengan Fella untuk menambah keakraban ku dengan nya.Meskipun itu hanya omongan-omongan kecil tapi itupun sudah membuat aku bahagia.Sebelum pesan singkat itu berakhir ada sebuah kalimat yang membuat nafsu makanku meningkat yaitu ucapan “jangan lupa makan ya” dari Fella.
Setelah aku melakukan tugas rumahku yaitu membantu ibu,membantu ayah,belajar dan lain-lain.Akupun tak sabar untuk menelpon Fella.Ku ambil handphone ku dan langsung memanggil nomor yang aku beri nama Telletubies.
Sesampainya aku dirumah handphoneku berdering.Setelah aku buka,ternyata SMS dari Fella yang menanyakan sudah tibakah aku dirumah.Wah senang sekali rasanya dapat perhatian dari seorang yang begitu spesial dihidupku.Ku balas SMS itu dan mengatakan bahwa aku sudah sampai dirumah.Akupun berbasa-basi dengan Fella untuk menambah keakraban ku dengan nya.Meskipun itu hanya omongan-omongan kecil tapi itupun sudah membuat aku bahagia.Sebelum pesan singkat itu berakhir ada sebuah kalimat yang membuat nafsu makanku meningkat yaitu ucapan “jangan lupa makan ya” dari Fella.
Setelah aku melakukan tugas rumahku yaitu membantu ibu,membantu ayah,belajar dan lain-lain.Akupun tak sabar untuk menelpon Fella.Ku ambil handphone ku dan langsung memanggil nomor yang aku beri nama Telletubies.
“Assalamu’alaikum
Fella” Salamku.
“Wa’alaikum
salam, iya saya sendiri” Jawabnya dengan
lembut.
“Emm,
ini Fell
aku mau tanya
ada PR tidak ?” Tanyaku sedikit gugup.
“Ada
matematika, yang kelompok itu si
?” Ujar Fella mengingatkanku.
“Oh bab
yang itu ?.Kamu sudah ?”
Tanyaku sok tau.
“Belum,
lha kamu
Vin ?” Tanya Fella padaku.
“Belum juga Fell,
Ngerjain bareng yuk ?” Ajak ku.
“Ayo
aa kamu
kesini ya ?” jawabnya
Wah,bahagia sekali aku ketika mendengar Fella mau belajar bersamaku.
Wah,bahagia sekali aku ketika mendengar Fella mau belajar bersamaku.
“Oh
iya pasti. Tunggu sebentar
ya? Assalamu’alaikum” Salamku
“Wa’alikum
salam” Jawabnya Fella.
Akupun
menutup telponku dan
menuju rumah sahabat Fella
untuk belajar bersama. Sebelum ke rumah
Putri sahabat Fella, aku
harus menghampiri Fella
terlebih dahulu.Kamipun berboncengan
diatas kuda bermesin ini ditemani
semilir angin yang
berhembus disekitar perjalanan
kami dan dipayungi
bulan dan beribu
bintang .Sungguh tak ku
sangka aku bisa
naik motor berdua
dengan Fella.Hari ini akan aku
jadikan moment terindah
dalam hidupku bersama Fella.
Kamipun sudah sampai dirumah Putri.Fella pun turun dari motor dan mengetuk pintu.
Kamipun sudah sampai dirumah Putri.Fella pun turun dari motor dan mengetuk pintu.
“(tok-tok-tok)
Assalamu’alaikum” Salam Fella sambil
mengetok pintu.
“Wa’alaikum salam” Jawab
sang penghuni rumah sambil membukakan pintu.
“Putri
nya ada
tante ?” Tanya Fella pada
ibunya Putri.
“Iya ada,silakan
masuk !”
Kamipun dipersilakan masuk dan duduk.
“Putri,Put
ada teman mu nih.” Panggil
ibunya Putri.
“Iya
bu, tunggu sebentar” Jawab Putri.
Putripun
keluar dengan membawa
minuman dan makanan
kecil.
“Eh sudah
datang , ini diminum habis
itu kita mulai
belajarnya” Pinta Putri.
Beberapa
menitpun kami lalui
waktu dengan fokus
didepan buku.Tiba-tiba Fella
berbisik-bisik kepada Putri dan Fella
pun meninggalkan kami, sepertinya sih dia mau
buang air kecil.Aku pun
bertanya kepada Putri.
“Mau kemana
dia Put ?” Tanyaku penasaran.
“Mau kekamar
kecil, eh kamu suka
ya sama Fella?” Jawab Putri dan
tiba-tiba ia menanyakan hal yang membuat
aku kaget.
“Tau dari mana kamu ?” Tanyaku
“Tau dari mana kamu ?” Tanyaku
“Cuma nebak. Eh tapi Fella juga suka loh sama kamu
?” Jawab Putri dengan sedikit
menyindirku.
“Ah,Serius
kamu?” Jawabku dengan tidak percaya.
“Iya
serius tembak aja, ini momen yang pas !” Ujar Putri merayuku.
Sepertinya ucapan putri benar juga.Aku
harus menembaknya hari ini juga sebelum terlambat.Akhirnya Fella pun keluar dan
mengajakku untuk pulang karena hari sudah mulai larut malam.Diperjalanan aku
memikirkan dengan matang-matang untaian kata apa yang akan aku berikan
kepadanya.
Sampailah aku dan Fella didepan gerbang rumah Fella.Aku harus siap mengatakannya sekarang juga,fella pun turun.
Sampailah aku dan Fella didepan gerbang rumah Fella.Aku harus siap mengatakannya sekarang juga,fella pun turun.
“Kevin
makasih ya udah mau mengantarku,aku masuk dulu ya” ucap Fella dan melangkahkan
kaki menuju gerbang.
“Fell,
tunggu !” ucapku
“Ada
apa Vin” tanya Fella penasaran.
“Aku
mau bicara sama kamu” jawabku sambil memegang tangan Fella dan menatap matanya.
“Fell,aku suka sama…kamu.Kamu mau tidak jadi pendamping hidupku.Jika kamu menerimaku pegang erat genggaman tanganku,jika tidak maka lepaskanlah” Kataku.
“Fell,aku suka sama…kamu.Kamu mau tidak jadi pendamping hidupku.Jika kamu menerimaku pegang erat genggaman tanganku,jika tidak maka lepaskanlah” Kataku.
Fella pun mengangguk dan menggenggam
erat genggaman jemariku.Kamipun berpelukkan.
Hari ini juga kami resmi menjadi sepasang kekasih.hari sudah malam dan semakin dingin,akupun berpamitan untuk pulang.
Hubungan aku dengan Fella selama satu bulan baik-baik saja.Tapi,setelah beberapa minggu kemudian aku menemukan kegelisahan yang mengganjal rasanya.Iya benar ternyata Fella menyembunyikan hubungan ini dari sahabat-sahabatnya.Entah mengapa ia melakukan ini, aku rasa ia malu dengan aku.Akhirnya ia pun dengan terang-terangan pegi meninggalkanku dan yang lebih parahnya ia memilih untuk bersama sahabatku dulu.Sungguh malang nasibku, apakah ini yang namanya cinta? Apakah ini yang namanya sebuah harapan ?. Oh tuhan apa salahku ?. Aku cuma bisa menyampaikan ini untuknya ...
“Dear Fella mengapa di depanku kau selalu hadirkan semu
Kasat tentang perasaanmu,,,
Kau rancang sebuah cerita yang bisa buatku gila meragu
Kau hadirkan ruang terang dengan cahayamu
Tapi justru buatku kegelapan dijalan cintamu
Kau juga hadir di malamku dengan rembulan
tapi sekilas saja kau tampakan cahayamu,
Karena setelah itu kau sembunyi dalam kabut hitam
Akhirnya benar-benar hilang terhalang hujan,,,
Kau benar-benar hilang tanpa kenangan
dan tanpa hal yang harus ku kenang…Fella aku harap kamu bahagia bersamanya dan sayangilah dia seperti kamu menyayangi hal yang terindah yang mampu membuatmu hidup”
Hanya kata-kata terakhir itu yang dapat aku sampaikan kepadanya lewat surat dengan bunga mawar yang aku letakkan ditempat duduknya.
Hari ini juga kami resmi menjadi sepasang kekasih.hari sudah malam dan semakin dingin,akupun berpamitan untuk pulang.
Hubungan aku dengan Fella selama satu bulan baik-baik saja.Tapi,setelah beberapa minggu kemudian aku menemukan kegelisahan yang mengganjal rasanya.Iya benar ternyata Fella menyembunyikan hubungan ini dari sahabat-sahabatnya.Entah mengapa ia melakukan ini, aku rasa ia malu dengan aku.Akhirnya ia pun dengan terang-terangan pegi meninggalkanku dan yang lebih parahnya ia memilih untuk bersama sahabatku dulu.Sungguh malang nasibku, apakah ini yang namanya cinta? Apakah ini yang namanya sebuah harapan ?. Oh tuhan apa salahku ?. Aku cuma bisa menyampaikan ini untuknya ...
“Dear Fella mengapa di depanku kau selalu hadirkan semu
Kasat tentang perasaanmu,,,
Kau rancang sebuah cerita yang bisa buatku gila meragu
Kau hadirkan ruang terang dengan cahayamu
Tapi justru buatku kegelapan dijalan cintamu
Kau juga hadir di malamku dengan rembulan
tapi sekilas saja kau tampakan cahayamu,
Karena setelah itu kau sembunyi dalam kabut hitam
Akhirnya benar-benar hilang terhalang hujan,,,
Kau benar-benar hilang tanpa kenangan
dan tanpa hal yang harus ku kenang…Fella aku harap kamu bahagia bersamanya dan sayangilah dia seperti kamu menyayangi hal yang terindah yang mampu membuatmu hidup”
Hanya kata-kata terakhir itu yang dapat aku sampaikan kepadanya lewat surat dengan bunga mawar yang aku letakkan ditempat duduknya.
#Cerita Didramatisir
*Nama Tokoh Diganti :D
Tifa Poker Tourney - Tifa Sportsbook
BalasHapusTifa titanium nose hoop Series Series titanium white octane blueprint Series Series · Tifa Series Series Series Series titanium mug Series chi titanium flat iron · Tifa Series Series Series Series Series titanium bmx frame