Pelangi
Kelabu Dimatamu
(Forgeting You)
Dua semester pun
telah aku lewati
dengan prasaan yang belum
terisi ini .
Hari demi haripun
telah begitu cepat
berlalu namun pikirku masih
dalam bayangan semu
sebuah cinta yang tak kunjung sirna dari
memori hidupku. Ah apapula
pikiranku ini, aku harus melupakannya Bisikku dalam hati. Segala
cara ku lakukan
untuk melupakan kejadian
yang aku anggap
itu bukan aku dalam
diriku. Ah itu
begitu cepat.
Kenaikan kelas
pun udah terlewati, aku duduk
dikelas IPA …. Yang
sayangnya dia berada
sebelahan dengan kelasku !! Apapula inii kenapa tidak Engkau jauhkan
dia dari segalnyaa
tentangku.
Oh ya lupa, kemaren sebelum pembagian
kelas, ada temanku yang juga
temannya si fella cerita
sesuatu tentang fella ,
“ Hai vin ?” Sapa putri
“Ada apa put ? Kamu masuk
apa ?” Tanyaku
“Aku masuk Ipa vin, kalau
kamu ?”
“Ipa juga put, wah smoga
sukses yah !” Ujarku sambil melihat list name di jendela
“Iya makasih. Eh vin, tau
nggak ? Fella tadi cerita tentang
kamu loh ?!” Ucap putri dengan nada yg aneh :D
“Oh, udah ah jangan
membahas tentang dia. Aku dia sudah berbeda” Jwabku
cuek.
“Dia bilang sbenarnya dia
itu masih dalam masa-masa labil loh. Dia juga bingung kenapa dia lebih memilih
dia ketimbang kamu.”
“Hah ? Masa sih ?”
Ucapku dengan nada
penasaran
“Iya dia bilang dia nggak
tau yang namanya cinta itu gimana rasanya dan sebenarnya dia ingin bersamamu
vin” Jelasnya,
“Apa , ah sudalah aku yang
sudah ambil keputusan ini dan diapun mengiyakan saja. Eh sudah dulu yah aku mau
pulang. Bye put “ tuturku berpamitan.
Sesampainya dirumah, aku
terus mengingat perkataan putri tadi. Sebenernya apa yang dirasakan fella saat
ini adalah apa yang aku rasakan juga. Ah, cinta memang sulit dimengerti. Tapi kenapa dia memilih si Reno ?
Kenapa ? Dia kaya ? mungkin !.
Inilah yang selalu aku rasakan ketika aku mecintai seseorang. Aku berfikir aku
tidak pantas mendapatkan cinta dan kasih sayang dari orang yang aku sayangi dan
cintai. Oh Tuhan, apalah dayaku ini mengapa engkau menciptakan rasa cinta yang
sulit dimengerti, mengapa juga engkau ciptakan rasa sakit hati ?.
Semua sama saja, masih tak terjawab dan seakan hanyut oleh airmata.
Malam menjelang, seperti
biasanya aku hanya didalam rumah. Karna ibuku selalu melarangku ketika aku
hendak pergi, entah itu apa alasannya _-
Setelah kejadian itu, nomernya si fella sudah aku hapus dari kontak
handphoneku, karna nanti bisa jadi jari jemariku mengetik dan mengirimnya
sendiri.
“Vin, makan dulu sini !!”
perintah ibuku
“Iya
bu, bentar ini masih nyelesain tugas” jawabku dengan nada malas
“Iya
cepetan yah, ini udah ditunggu”
Ku sudahi membaca buku dan keluar dari tempat persembunyian
ternyamanku (kamar).
Setelah beberapa menit makan, tiba-tiba
kakak iparku menanyakan tentang pacar kepadaku,
“Vin , kata temen-temen lo, elo
suka jalan sama cewek. Lo Playboy yah”
Tanya randy (kakak ipar ku)
“Ah ? *mukaImut* Kata siapa ? gue enggak playboy kok, gue kan nggak kaya elo “
jawabku dengan muka aneh.
“Hahaha, enggak papa lagi. Itu namanya elo laku keras” ujarnya dengan nada cool
“Kampfreet lu *menepukPundak* ” jawabku dengan jantan :D
Oh ya Randy
ini anak dari kakak
ibuku, sejak kecil kami
memang terbiasa makan, mandi, tidur dan segalanya bersama.
(Flashback tentang masa kecil ku) , Dulu aku
pernah satu kelas dengan
Randy waktu kelas
1 dan 2 Sekolah Dasar. Dalam waktu 4 semester itu Cuma dia
yang jadi temen ku. Kenapa ? Karna sewaktu
kecil aku adlah golongan orang yang
pemalu. Entah mengapa sekarang berubah *tapiAkubukanPowerRangers*
:D Itulah manusia ;-)
Hingga pada kenaikan kelas 3 aku dipindah ke
Wonokertoman, entah mengapa ketika pemindahan aku rasa ada aku yang hilang
dalam diriku. Itukah ? apakah itu
perasaan saat berpisah dengan sahabat ?. Oh god ! Aku merasa tersiksa dengan
situasi ini. Tapi aku bisa berbuat apa, aku hanya menuruti apa yang orang
tuaku katakan. Aku kini memasuki sekolah dasar baru yang berada di desa Bebul
2. Aku memilih duduk dibangku paling depan, bersama teman baruku Mulyo dan
Bahren. Mereka sepertinya
memandangku aneh. Tapi aku anggap
itu biasa saja, karna mungkin ini salam
perkenalan. Pertengahan semester satupun berhasil aku lewati meski aku belum
punya teman yg cocok dengan aku. Oh ya, rencananya nanti
sepulang sekolah aku
akan kerumah ku
yang dulu untuk menemui
Randy, karna sudah lama
aku tak mendengar kabar darinya.
Pelajaran pertama pun telah
usai, kini waktunya murid-murid SD 2 Bebul istirahat ke kantin. Semua temanku
berlarian keluar ruangan, mungkin mereka sudah lapar. Tapi seperti biasanya aku
hanya duduk diam dibangku. Sering kalipun aku menangis, karna aku merasa disini
sendirian. Ketika aku sedang memperhatikan teman-temanku yang berada diluar
kelas tiba-tiba ada tiga orang laki-laki yang menepuk pundakku,
“ Hei, Nglamun aja” Teriak mereka
dengan kompak,
“EH, engga kok” Jawabku
malu,
“Elo
enggak ke kantin atau keluar kek ? “ Tanya salah satu dari mereka,
“Iya engga, kalian ?”
Balikku bertanya,
“Oh kami tadi sudah
kekantin, Oh ya kenalin aku Reno, ini Andy dan ini Setyo” kata Reno sambil
mengenalkan kedua temannya,
“Oh , iya salam kenal
namaku Kevin” Jawabku sambil menyalami mereka,
Baru kali ini ada teman sekelasku
menyapaku dan mengajakku berkenalan, dari sudut pandangku aku rasa mereka orang
baik. Dan aku berniat untuk berteman dengan mereka.Yups begitulah aku, ketika
aku melihat mata mereka aku langsung tau siapa mereka.Karna aku selalu
menggunakan perasaan bukan hanya apa yg terlihat diluar. Kami mengobrol dan
saling bertukar cerita. Sejak perkenalan inilah aku menjadi sahabat mereka.
Bel pulang sekolahpun berbunyi ,
ku masukan buku ku dan berdoa untuk
pulang. Seperti kataku tadi aku akan pulang kerumahku yang dulu, tapi aku
mengajak sahabatku bertiga ini . Sesampainya ku dirumah aku meletakkan semua
barang-barang sekolah ku di rak buku dan mereka bertiga aku persilahkan duduk
diruang tamu . Setelah ganti baju aku dan 3 sahabatku langsung menemui Randy, yang rumahnya Cuma
sekitar 30M-an dari rumahku disini.
“Assalamu’alaikum.
Rand, randy “ Salamku ,
“Wa’alaikum
salam, eh elo Vin. Apakabar ?” Jawabnya sembari berjabat tangan denganku,
“Baik,
Oh iya kenalin ini temen ku dari SD baruku, ini Reno,Andy dan ini setyo. Gimana
sekolahmu Ren ? “ tanyaku kpada randy,
“Aku
udah engga skolah Vin. Rasanya beda kalo engga ada elo. Ya gw mutusin buat out
dulu dari sekolah nyokap gw juga masih di arab !” jawabnya dengan muka lesu,
“Ah ? Elo keluar ? Jangan
bercanda lu ren, kenapa harus keluar ? Gini ya, sekolah itu penting loh. Mau
jadi apa lo kalau elo nggak sekolah ya nggak Broh *TanyakuKeRenoAndyDanSetyo* “
“Yups bener banget .” Jawabnya
kompak
Kami berlima mengobrol dengan riang dan gembira, meski ketiga teman ku
ini baru saling kenal tapi mereka tergolong orang yang Easy Going . Jadi sangat mudah dan cocok untuk diajak
ngobrol apalagi bercanda. Kamipun larut dalam ke riang gembiraan, hingga kami
tak sadar bahwa jam dinding sudah menunjukan waktu 2 siang. Kini waktunya kita
beribadah dan setelah beribadah aku dan sahabat
baru ku ini akan pamit pulang.
“Hey Ran. Gue sama temen gue
pamit pulang dulu yah, udah sore soalnya. Oh ya gw nitip pesen sama Elo, Lebih
baik elo masuk sekolah lagi deh, gw janji nanti SMP kita bakal satu sekolah
lagi. Oke , dan jangan lupain tentang persahabatan kita ;-) “ Ujarku ketika
berpamitan.
“ Oh
iya vin, thank ya udah nyempetin waktu buat berkunjung. Janjideh . Hati-hati
yah” jawabnya dengan melambaikan tangan.
Haripun
seakan cepat berganti kini aku telah terbiasa dengan sekolah baruku ini karna ada mereka yang selalu bersamaku, aku rasa ini
lah yang dinamakan sahabat. Kami selalu pergi bersama, tertawa bersama, galau
bersama dan kadang ke WC bersama :D *eh. Satu semesterpun telah aku lewati
bersama mereka. Suatu ketika aku lihat si Reno sedang melamun sendiri
“Hey
Ren, elo kenapa ? Jangan nglamun entar kesambet loh” candaku,
“EH
elu Vin. Iya nih akhir-akhir ini gue selalu mikirin seseorang. Apa ini yang
namanya cinta yah?” Jawabnya
“Hahahah,
elo jatuh cinta ? Emang bisa ?” Celotehku
“Kampret
lu, bisalah. Emang elu . Hahah” Balasnya mengejek ku,
“Jatuh
cinta sama siapa ? Kakak kelas lagi?” tanyaku penasaran,
“Iya
. Hahahah “ jawabnya girang,
“Ha
? Dasar Playboyluh” kataku
Begitulah ceritaku saat pertama
aku bertemu dengan sahabat-sahabatku, tapi tidak. Semua kini berubah seakan
bintang malam menepi dan hujanpun akan menanti. Aku tidak pernah mengerti
mengapa masa-masa indah itu kini menjadi penusuk relung qalbu ku. Iya dia.
Dia sahabatku yang dulu selalu tertawa bahagia bersamaku kini telah bersama
orang yang pernah aku sayangi. Tapi aku
selalu percaya bahwa hidup itu seperti angin, kadang kita membutuhkannya untuk
mendaptkan kesejukan tapi tidak dengan porsi yang berlebihan. Itulah artinya
kebahagiaan.
Tengah
Semester satu dikelas sebelas pun telah aku langkahi, kini aku merasakan rasa
itu telah tumbuh kembali dalam hatiku. Inikah ? apakah kini hatiku telah
tertanam bunga lagi yang suatu saat akan mekar dengan indahnya tapi dengan
siapa ?. Ya, dengan dialah aku akan memberikan mekarnya bunga dalam hatiku ini.
Cewek manis , yang berhidung mancung. Namanya adalah Sazah . Sazah ini anak kelas
Sepuluh. Dia adalah adek kelasku. Aku merasakan rasa yang berbeda kepada
dirinya ketika aku tidak sengaja mempaparazzi adek-adek kelasku.
Dan kini akhirnya kamera itu membantuku menemukan satu kebahagiaan yang tulus
nan indah didalam dirinya. Kini aku benar-benar memilihnya, aku ingin
bersamanya dan menikmati setiap titik demi titik flatline hidupku. *To be
continued…..
``````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
Tidak ada komentar:
Posting Komentar