Masa Putih-Merah Tarmonah
Ini awal kisah Kevin “Dewasa” bisa
dikatakan pertama kalinya ngerasain rasa yang belum pernah dirasa. Pada periode
yang fasenya membuat kita gila “it’s about
a amaziculous” sebut saja
istilahnya seperti itu.
Sebelum gue cerita, gue mau tanya
pada elo-elo
. Wahai netizen , pernahkah kalian muda dan
terjebak pada hujan air yang kalian
anggap bunga?gue pikir tidak, karena itu berlebihan. Tapi tidak dengan gue, semuanya gue anggep indah dan “berlebihan”.
Waktu itu sebenernya bukan waktunya
buat kita “bersantai-santai” karena sebentar lagi sebenernya kita bakalan
ngadepin perang UN (read: Simbahnya Ujian). Begitulah.
Disaat yang lain gencar-gencarnya memforsir otak mikirin UN. Sampe-sampe ada
yang tiap hari ngenes, ngegalau dan
ngeres. Yaakali ah.
Tapi mari kita arahkan pandangan penonton ke tokoh kita. Ya, gue dan dia . Wanita muda bertalenta, bermuka tirus mirip asmiranda sebut saja namanya tarmonah. Tarmonah ini bisa dikatakan sebagai artisnya dikelas gue pada waktu itu, bukan Cuma dikelas bahkan satu sekolahan pun tau dia. Bagaimana tidak? Setiap laki-laki (maaf yang tersinggung) Maho sekalipun bisa mimisan jika melihatnya. Tapi pada awalnya gue enggak tertarik samsek sama dia, karena gue pikir anak itu biasa saja. Ini bukan karena faktor maho atau sejenisnya. Cuma, mungkin gue dulu belum suka cewe aja . Tapi lama-kelamaan ibarat batu alam yang sekarang sedang marak-maraknya. Apalagi batu bacan, tarmonah itu makin kesini makin kelihatan aja cantiknya.
Tapi mari kita arahkan pandangan penonton ke tokoh kita. Ya, gue dan dia . Wanita muda bertalenta, bermuka tirus mirip asmiranda sebut saja namanya tarmonah. Tarmonah ini bisa dikatakan sebagai artisnya dikelas gue pada waktu itu, bukan Cuma dikelas bahkan satu sekolahan pun tau dia. Bagaimana tidak? Setiap laki-laki (maaf yang tersinggung) Maho sekalipun bisa mimisan jika melihatnya. Tapi pada awalnya gue enggak tertarik samsek sama dia, karena gue pikir anak itu biasa saja. Ini bukan karena faktor maho atau sejenisnya. Cuma, mungkin gue dulu belum suka cewe aja . Tapi lama-kelamaan ibarat batu alam yang sekarang sedang marak-maraknya. Apalagi batu bacan, tarmonah itu makin kesini makin kelihatan aja cantiknya.
Pada waktu itu, gue suka sama do’i
ketika do’i lagi merhatiin gue maen drum, ya….meskipun itu Cuma meja sekolahan.
Namanya juga anak SD yang mencoba untuk Ge-A-We-eL (GAWL). Waktu gue lagi asik menabuh
meja sama temen-temen ingusan gue sesekali tarmonah melempar kelopak senyumnya
di pandangan mata gue. Saat itulah gue pikir akan selalu menjadi penerima tiap
kelopak senyumnya. Gue bakal bermain
sinetron bersamanya.
Peran utama, ya tentunya. Peran
utama, gue dan dia. Kita mulai mencari kemistri,
chemistry, Kismis istri *entah
itulah. Namanya juga masa dulu, kita masih jamannya tukeran nomer
handphone. Gue ngasih dia nomer gue, dia ngasih ke gue kartu ATM dan pinnya. Yakali ini gendam
Awalnya gue bertingkah lamja. Laki-laki manja, yang sms make bahasa dan tulisan kramat.
“eaaCch Assal4mueAlaycuemzst, T4rm0NaH?”
Ibarat anak sekarang itu tulisan seperti tulisan mantra. Menurut gue itu dulu juga mantra, mantra buat nge-klepek-klepekin do’i. Meskipun tarmonah membalas pesan singkat itu cukup lama. Selama perang mpatLima,begitulah ibaratnya. Gue tetep nungguin dan seneng ketika dia bales sms gue.
“Iya, ini Kevin ya?”
Balasnya dengan kalimat sederhana. Entah dia tau bahasa alay itu Cuma punya gue atau dia bener-bener nggak ada sms dan Cuma gue yang janji mau sms. Tak peduli dia nugguin sms gue atau nggak yang penting dia udah bales sms gue. Kita membaur dengan suasana, tak perduli seberapa cepat jarum berputar dan membunyikan loncengnya.Sepanjang itu gue tersenyum gila karenanya.
Hari cepat berganti tanpa kita sadari. Sewaktu kita berjumpa tanpa kalimat dalam susunan abjad, ada rasa canggung yang menyelimuti pandangan gue ke dia. Gue grogi waktu dia tersenyum sebegitu indahnya ke gue. Itu kelopak senyum milik gue, gue harus memetiknya.
Gue rasa waktu itu gue seperti anak cupu yang pura-pura lucu yang tergolong mempunyai tingkah dan perilaku WAGU. Gue coba tanya temen gue yang dikenal sebagai playboy ingusan yang doyan kakak kelas berrok sepertigaan. Jadi menurut gue, dia tau apa yang gue alamin.Karena dia udah sering digosipkan berpacaran kesana-kemari dipohon rambutan. Dia bilang gue sedang mengidap sindrom Jatuhitica Cintaniava atau bahasa sederhananya sedang jatuh cinta. Singkat cerita dia juga lagi naksir sama Tarmonah. Apaaa?? Dia menjiplak perasaan gue? Apa jangan jangan kita kembar? Ibarat pohon pinang dibelah duren? Tidak ini mitos. Tapi tenang , ini cerita gue. Gue penulis sekaligus sutradaranya. Coret pena ubah nasib tokoh begitulah slogannya.
jadi gue anggep waktu itu dia udah berstatus HM (hak milik). Jadi ngga ada hak buat dia tarik tambang sama gue.
Balik ke Tarmonah , gue akhirnya melakukan tahap Pe_De_Ka_Te kepada tarmonah. Mungkin udah jadi kebiasaan gue dari dulu hingga sekarang kalau pdkt mesti lama. Dia mungkin terlihat begitu biasa-biasa saja merespon pdkt dari gue.Tapi karena gue udah kenal kakak ceweknya Tarmonah sebut saja Carmuti.
Kak carmuti bilang ke gue agar gue jangan maenin Tarmonah apalagi Cuma mau nyakitin dia saja. Dia memaksa gue untuk segera ngasih kepastian kepada Tarmonah.
Waktu ujian telah tiba, kita. Gue dan tarmonah terpaksa harus kehilangan beberapa percakapan singkat untuk fokus ke UN terlebih dahulu. Setelah UN selesai dan kita telah diberi stempel LULUS . Gue dan tarmonah kehilangan hubungan karena kita mengambil langkah yang berbeda. Gue ketimur , dia ke selatan. Ini yang menyebabkan cerita kita tak mampu dilanjutkan.
Tarmonah dimanapun kamu berada, kamu adalah orang pertama yang ngajarin gue rasa cinta dan kasihsayang. Meski langkah kita tak sejalan kisah bersamamu akan tetap gue ceritakan.Trimakasih Ta(R)monah.
Awalnya gue bertingkah lamja. Laki-laki manja, yang sms make bahasa dan tulisan kramat.
“eaaCch Assal4mueAlaycuemzst, T4rm0NaH?”
Ibarat anak sekarang itu tulisan seperti tulisan mantra. Menurut gue itu dulu juga mantra, mantra buat nge-klepek-klepekin do’i. Meskipun tarmonah membalas pesan singkat itu cukup lama. Selama perang mpatLima,begitulah ibaratnya. Gue tetep nungguin dan seneng ketika dia bales sms gue.
“Iya, ini Kevin ya?”
Balasnya dengan kalimat sederhana. Entah dia tau bahasa alay itu Cuma punya gue atau dia bener-bener nggak ada sms dan Cuma gue yang janji mau sms. Tak peduli dia nugguin sms gue atau nggak yang penting dia udah bales sms gue. Kita membaur dengan suasana, tak perduli seberapa cepat jarum berputar dan membunyikan loncengnya.Sepanjang itu gue tersenyum gila karenanya.
Hari cepat berganti tanpa kita sadari. Sewaktu kita berjumpa tanpa kalimat dalam susunan abjad, ada rasa canggung yang menyelimuti pandangan gue ke dia. Gue grogi waktu dia tersenyum sebegitu indahnya ke gue. Itu kelopak senyum milik gue, gue harus memetiknya.
Gue rasa waktu itu gue seperti anak cupu yang pura-pura lucu yang tergolong mempunyai tingkah dan perilaku WAGU. Gue coba tanya temen gue yang dikenal sebagai playboy ingusan yang doyan kakak kelas berrok sepertigaan. Jadi menurut gue, dia tau apa yang gue alamin.Karena dia udah sering digosipkan berpacaran kesana-kemari dipohon rambutan. Dia bilang gue sedang mengidap sindrom Jatuhitica Cintaniava atau bahasa sederhananya sedang jatuh cinta. Singkat cerita dia juga lagi naksir sama Tarmonah. Apaaa?? Dia menjiplak perasaan gue? Apa jangan jangan kita kembar? Ibarat pohon pinang dibelah duren? Tidak ini mitos. Tapi tenang , ini cerita gue. Gue penulis sekaligus sutradaranya. Coret pena ubah nasib tokoh begitulah slogannya.
jadi gue anggep waktu itu dia udah berstatus HM (hak milik). Jadi ngga ada hak buat dia tarik tambang sama gue.
Balik ke Tarmonah , gue akhirnya melakukan tahap Pe_De_Ka_Te kepada tarmonah. Mungkin udah jadi kebiasaan gue dari dulu hingga sekarang kalau pdkt mesti lama. Dia mungkin terlihat begitu biasa-biasa saja merespon pdkt dari gue.Tapi karena gue udah kenal kakak ceweknya Tarmonah sebut saja Carmuti.
Kak carmuti bilang ke gue agar gue jangan maenin Tarmonah apalagi Cuma mau nyakitin dia saja. Dia memaksa gue untuk segera ngasih kepastian kepada Tarmonah.
Waktu ujian telah tiba, kita. Gue dan tarmonah terpaksa harus kehilangan beberapa percakapan singkat untuk fokus ke UN terlebih dahulu. Setelah UN selesai dan kita telah diberi stempel LULUS . Gue dan tarmonah kehilangan hubungan karena kita mengambil langkah yang berbeda. Gue ketimur , dia ke selatan. Ini yang menyebabkan cerita kita tak mampu dilanjutkan.
Tarmonah dimanapun kamu berada, kamu adalah orang pertama yang ngajarin gue rasa cinta dan kasihsayang. Meski langkah kita tak sejalan kisah bersamamu akan tetap gue ceritakan.Trimakasih Ta(R)monah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar