Sketsa Warjini
Sebut saja Warjini, gadis Tujuh belas tahun yang pernah
menyandang gelar ketua anak natural.
Tatapan matanya yang lembut, suara manisnya yang leleh dalam koklea ini dan lesung pipinya yang tak mampu aku palingkan.
Tatapan matanya yang lembut, suara manisnya yang leleh dalam koklea ini dan lesung pipinya yang tak mampu aku palingkan.
Siang itu, aku berlaga layaknya tes*i
yang sedang menyinden.
*Dooorr*” Fahrii… “ begitu dia memanggilku.
Tak kusangka kau mengagetkanku dengan mukamanis dan mata binarmu itu. Kau bak aspirin yang mampu menyembuhkan demam ,tapi ini bukan demam. Ini semacam jiwa yang sedang
sakit dan kau-lah obatnya. Dengan panggilan itu, kau seperti menancapkan ranjau dalam hati ini. Sekali lagi kau menyentuhnya, kau mampu meledakkan kesepian dalam hatiku. Kapan saja kau mau. (Ini cinta nak!!) Begitulah kata peri cinta ku.
Tak tertahankan, aku menghentikan waktu bersamamu dalam arlojiku. Aku tak mau,tak ingin semuanya berganti dan berlalu begitu saja.
*Dooorr*” Fahrii… “ begitu dia memanggilku.
Tak kusangka kau mengagetkanku dengan mukamanis dan mata binarmu itu. Kau bak aspirin yang mampu menyembuhkan demam ,tapi ini bukan demam. Ini semacam jiwa yang sedang
sakit dan kau-lah obatnya. Dengan panggilan itu, kau seperti menancapkan ranjau dalam hati ini. Sekali lagi kau menyentuhnya, kau mampu meledakkan kesepian dalam hatiku. Kapan saja kau mau. (Ini cinta nak!!) Begitulah kata peri cinta ku.
Tak tertahankan, aku menghentikan waktu bersamamu dalam arlojiku. Aku tak mau,tak ingin semuanya berganti dan berlalu begitu saja.
Semalaman tak bisa kuhindarkan sketsa
wajah manismu. Kau bagaikan moment yang tak mampu aku lupakan.Kau tak
terlupakan seperti sejarah yang harus aku kenang.Tak pernah kubayangkan
sebelumnya, kau akan menjadi tokoh dan mengisi kekosongan halaman bukuku.
Tatapan mata binarmu yang menuntunku menelusuri jejak waktumu. Sambutlah.
Mungkin
kamu butuh waktu warjini,
aku tak mau memaksamu
aku tau meski kau terlihat setegar itu,
dalammu bak benang layangan yang telah kau pakai,kusut
benangmu telah kusut dan tak mudah kau gulung begitu saja
Kau harus meluruskannya warjini
atau kau akan memilih untuk mengganti kebiasaan yang baru
ini cinta warjini, ini cinta
aku dapat menggulungnya untukmu
Sambutlah. Aku membawa sesuatu yang baru.
ini pena
mulailah saja bermain dengan pena
pena yang mau untuk kau ajari melukiskan cerita dalam goresan sketsamu
peganglah pena ini,
jangan ragu,
mulailah kau lukis semua semaumu
dia akan menemanimu melukiskan keluhkesahmu.
aku tak mau memaksamu
aku tau meski kau terlihat setegar itu,
dalammu bak benang layangan yang telah kau pakai,kusut
benangmu telah kusut dan tak mudah kau gulung begitu saja
Kau harus meluruskannya warjini
atau kau akan memilih untuk mengganti kebiasaan yang baru
ini cinta warjini, ini cinta
aku dapat menggulungnya untukmu
Sambutlah. Aku membawa sesuatu yang baru.
ini pena
mulailah saja bermain dengan pena
pena yang mau untuk kau ajari melukiskan cerita dalam goresan sketsamu
peganglah pena ini,
jangan ragu,
mulailah kau lukis semua semaumu
dia akan menemanimu melukiskan keluhkesahmu.
Warjini, aku tak berharap kau akan
melakukan hal yang sama kepadaku.Cukup selalu jaga bahagia mu maka aku merasa telah ada dalam hidupmu. Skets(A)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar