Sabtu, 23 November 2013

Pelangi Kelabu Dimatamu

  Semilir  udara  menerpa  ragaku  yang  sedang  mengalun  sendu. Lamunanku  buyar  ketika sentuhan  tangan  dari  ibuku  menyentuh lembut  dibahuku.
          “Kevin, mandi  cepat  sudah  sore !” Perintah  ibuku.
          “Iya bu, bentar lagi ya ? hehehe” Jawabku  dengan  sedikit  melucu.
          “Memangnya  kamu  lagi  memikirkan  apa  sih ?” Tanya  ibuku.
          “Mau  tau  aja  ibu itu” Jawabku  dengan  malu.
          “Heh, udah  cepat  mandi  sana !” Perintah  ibuku  dengan  nada  kesal.
          “Iya-iya bu, ini mau mandi ”
Bergegas  ku  mengambil  handuk  untuk  mandi.Sore  ini  seperti  biasa  kegiatanku  mengasuh  adik  dan   membantu  ibuku, tak  jarang  aku pun  lupa  untuk  mengerjakan  pekerjaan  yang  diberikan  oleh guru ku.Yaaa, maklumlah  kadang-kadang  lupa.
          Pagi  menjelang  kusambut  mentari  yang  masih  malu-malu menampakan  dirinya.Ku  lihat  jam  dinding  kamarku  menunjukan  pukul 05.00 WIB .Segeraku  ambil  air  wudlu  untuk  menjalankan  kewajibanku  yaitu  sholat.Selesai  sholat  aku  membantu  ibuku  untuk  menata  dagangannya  diwarung  setelah  aku  membantu  pekerjaan  ibuku  aku pun  harus  membantu  pekerjaan  bapak ku.Iya  ini  lah  keseharianku , aku memang  tidak  seperti  teman-temanku  yang  selalu  bersantai-santai  ketika  pagi  menjelang.Karena  aku  bukanlah  orang  yang  mampu  bukan  seperti  mereka  yang  setiap  hari  mudah  mendapatkan  uang saku.Terkadang  aku  selalu  berfikir  apakah  dunia  ini  adil  kepadaku ? hanya lamunan  kosonglah  yang  menjawab  pertanyaanku.Ah, sudahlah  kenapa  aku  jadi  menyalahkan  dunia  ini.Aku  yakin  dengan  hidupku  yang seperti  ini  nantinya  aku  akan  mencapai  kesuksesanku  dengan  mudah.Karena  masih  kecil saja  aku  sudah  belajar  untuk  mandiri.
Selesai  sudah  aku  membantu  bapak  dan  ibuku,ini saatnya  aku  untuk  mengambil  handukku  untuk  mandi  dan  bergegas menuntut  ilmu. Ya benar  disekolah SMA N 27 Harapan lah  aku  menuntut  ilmu.
          “Ibu ?” Panggilku mencari ibu,
          “Iya  ada apa ?” Tanya ibuku,
          “Aku  mau  pamit  pergi  kesekolah  bu” Jawabku.
          “Oh, Hati-hati ya nak !” Pinta  ibuku.
          “Iya bu, assalamu’alikum.” Ucapku  sambil  mencium  tangan  ibuku.
          “Wa’alaikum  salam  warahmatullah.” Jawab ibuku.
Kuambil  sepeda  kesayanganku  untuk  ku  gayuh  ke sekolahku, sepeda  itu sudah  sedikit  berkarat  namun  benda  itu  adalah  sahabat  setiaku.Tak  peduli  mereka  menganggap  aku  apa,ini lah  aku  yang  tampil  apa  adanya.
          Setiap  kali  aku  memasuki  kelas  ku , aku  selalu ingat  kepada  satu  orang yang  mungkin  orang  paling  spesial  dalam  hidup  aku.Namanya  adalah  Fella, ia  cantik, baik, manis, tapi  kadang  nyebelin.
          “Hai Fella ?” Sapa  ku  dengan  sedikit  senyuman  manis.
          “Hai  juga  baru  berangkat ?” Jawabnya  menatapku  dengan  lembut.
          “Iya. Eh ada PR tidak ?” Tanyaku.
          “Tidak deh” Jawabnya sambil membuka bukunya.
Kita pun  bercincang-bincang  lumayan  lama.Hingga  tidak  sadar  bahwa  jam  pelajaran pun  akan  dimulai.Seperti  biasa  sebelum  memulai  kegiatan  belajar  mengajar  kami pun  berdoa  terlebih  dahulu.
Setiap  kali  guru  sedang  menerangkan  pelajaran  tak  jarang  kami  bertatapan  mata  meskipun  hanya  sekejap.Entah  mengapa  setiap  kali  aku menatap  matanya  aku  merasakan  detak  jantungku  berdetak  dengan  tempo  yang  berbeda.Apakah  ini  yang  namanya  cinta?.
          Kegiatan  belajar  mengajarpun  sudah  selesai,bergegas ku  mengemas-ngemasi  buku-buku ku.
          “Fella ?” Panggilku.
          “Iya ada apa vin ?” Jawabnya  dengan  muka  lugu.
          “Eh tidak-tidak,tidak jadi. Maaf ” Jawabku  dengan  malu.
Sebenarnya  hari  ini  aku  akan  mengajak  Fella  kesuatu  tempat, dimana tempat itu selalu  membuat ku  merasa  nyaman  dan  tentram.Tapi  sayangnya  aku  belum  berani  mengajaknya.Mungkin  aku  harus  mengumpulkan  nyali  dulu.
Sesampainya  aku   dirumah  handphoneku  berdering.Setelah  aku  buka,ternyata  SMS  dari Fella yang  menanyakan  sudah tibakah  aku  dirumah.Wah  senang  sekali  rasanya  dapat  perhatian  dari  seorang  yang  begitu spesial  dihidupku.Ku  balas SMS itu dan  mengatakan  bahwa  aku  sudah  sampai  dirumah.Akupun  berbasa-basi  dengan Fella  untuk  menambah  keakraban ku  dengan nya.Meskipun  itu  hanya  omongan-omongan  kecil  tapi itupun sudah  membuat  aku  bahagia.Sebelum  pesan  singkat  itu  berakhir  ada  sebuah  kalimat  yang membuat  nafsu  makanku  meningkat yaitu  ucapan “jangan lupa  makan  ya” dari Fella.
Setelah  aku  melakukan  tugas  rumahku yaitu  membantu  ibu,membantu  ayah,belajar  dan lain-lain.Akupun  tak  sabar  untuk  menelpon  Fella.Ku ambil  handphone ku  dan  langsung  memanggil  nomor  yang  aku  beri  nama Telletubies.
          “Assalamu’alaikum Fella” Salamku.
          “Wa’alaikum salam, iya  saya  sendiri” Jawabnya  dengan  lembut.
          “Emm, ini  Fell  aku  mau  tanya  ada PR tidak ?” Tanyaku  sedikit  gugup.
          “Ada matematika, yang  kelompok  itu  si ?” Ujar  Fella  mengingatkanku.
          “Oh  bab  yang  itu ?.Kamu sudah ?” Tanyaku  sok  tau.
          “Belum, lha  kamu  Vin ?” Tanya  Fella padaku.
          “Belum  juga  Fell, Ngerjain  bareng yuk ?” Ajak ku.
          “Ayo aa  kamu  kesini  ya ?” jawabnya
Wah,bahagia  sekali  aku  ketika  mendengar  Fella  mau  belajar  bersamaku.
          “Oh iya  pasti. Tunggu  sebentar  ya? Assalamu’alaikum” Salamku
          “Wa’alikum salam” Jawabnya  Fella.
Akupun  menutup  telponku  dan  menuju  rumah  sahabat Fella  untuk  belajar  bersama. Sebelum  ke rumah  Putri  sahabat  Fella, aku  harus  menghampiri  Fella  terlebih  dahulu.Kamipun  berboncengan  diatas  kuda bermesin  ini ditemani  semilir  angin  yang  berhembus  disekitar  perjalanan  kami  dan  dipayungi  bulan  dan  beribu  bintang .Sungguh  tak  ku  sangka  aku  bisa  naik  motor  berdua  dengan Fella.Hari ini  akan  aku  jadikan  moment  terindah  dalam  hidupku bersama  Fella.
Kamipun  sudah  sampai  dirumah  Putri.Fella pun  turun  dari  motor  dan  mengetuk  pintu.
          “(tok-tok-tok) Assalamu’alaikum” Salam  Fella sambil mengetok  pintu.
          “Wa’alaikum  salam” Jawab  sang  penghuni  rumah sambil membukakan  pintu.
          “Putri nya  ada  tante ?” Tanya  Fella  pada  ibunya Putri.
          “Iya  ada,silakan  masuk !”
Kamipun dipersilakan  masuk dan duduk.
          “Putri,Put ada  teman mu  nih.” Panggil  ibunya  Putri.
          “Iya bu, tunggu sebentar” Jawab  Putri.
Putripun  keluar  dengan  membawa  minuman  dan  makanan  kecil.
          “Eh  sudah  datang , ini diminum habis  itu  kita  mulai  belajarnya” Pinta Putri.
Beberapa  menitpun  kami  lalui  waktu  dengan  fokus  didepan  buku.Tiba-tiba Fella berbisik-bisik kepada  Putri dan Fella pun  meninggalkan  kami, sepertinya sih dia  mau  buang  air  kecil.Aku pun  bertanya  kepada  Putri.
          “Mau  kemana  dia  Put ?” Tanyaku  penasaran.
          “Mau  kekamar  kecil, eh  kamu  suka  ya sama  Fella?” Jawab Putri dan tiba-tiba ia menanyakan  hal yang membuat aku kaget.
          “Tau  dari  mana  kamu ?” Tanyaku
          “Cuma  nebak. Eh tapi Fella juga suka loh sama kamu ?” Jawab Putri dengan sedikit  menyindirku.
          “Ah,Serius kamu?” Jawabku dengan tidak percaya.
          “Iya serius tembak aja, ini momen yang pas !” Ujar Putri merayuku.
Sepertinya ucapan putri benar juga.Aku harus menembaknya hari ini juga sebelum terlambat.Akhirnya Fella pun keluar dan mengajakku untuk pulang karena hari sudah mulai larut malam.Diperjalanan aku memikirkan dengan matang-matang untaian kata apa yang akan aku berikan kepadanya.
Sampailah aku dan Fella didepan gerbang rumah Fella.Aku harus siap mengatakannya sekarang juga,fella pun turun.
          “Kevin makasih ya udah mau mengantarku,aku masuk dulu ya” ucap Fella dan melangkahkan kaki menuju gerbang.
          “Fell, tunggu !” ucapku
          “Ada apa Vin” tanya Fella penasaran.
          “Aku mau bicara sama kamu” jawabku sambil memegang tangan Fella dan menatap matanya.
          “Fell,aku suka sama…kamu.Kamu mau tidak jadi pendamping hidupku.Jika kamu menerimaku pegang erat genggaman tanganku,jika tidak maka lepaskanlah” Kataku.
Fella pun mengangguk dan menggenggam erat genggaman jemariku.Kamipun berpelukkan.
Hari ini juga kami resmi menjadi sepasang kekasih.hari sudah malam dan semakin dingin,akupun berpamitan untuk pulang.
          Hubungan aku dengan Fella selama satu bulan baik-baik saja.Tapi,setelah beberapa minggu kemudian aku menemukan kegelisahan yang mengganjal rasanya.Iya benar ternyata Fella menyembunyikan hubungan ini dari sahabat-sahabatnya.Entah mengapa ia melakukan ini, aku rasa ia malu dengan aku.Akhirnya ia pun dengan terang-terangan pegi meninggalkanku dan yang lebih parahnya ia memilih untuk bersama sahabatku dulu.Sungguh malang nasibku, apakah ini yang namanya cinta? Apakah ini yang namanya sebuah harapan ?. Oh tuhan apa salahku ?. Aku cuma bisa menyampaikan ini untuknya ...

Dear Fella mengapa di depanku kau selalu hadirkan semu
Kasat tentang perasaanmu,,,
Kau rancang sebuah cerita yang bisa buatku gila meragu
Kau hadirkan ruang terang dengan cahayamu
Tapi justru buatku kegelapan dijalan cintamu
Kau juga hadir di malamku dengan rembulan
tapi sekilas saja kau tampakan cahayamu,
Karena setelah itu kau sembunyi dalam kabut hitam
Akhirnya benar-benar hilang terhalang hujan,,,
Kau benar-benar hilang tanpa kenangan
dan tanpa hal yang harus ku kenang…Fella aku harap kamu bahagia bersamanya dan sayangilah dia seperti kamu menyayangi hal yang terindah yang mampu membuatmu hidup

Hanya kata-kata terakhir itu yang dapat aku sampaikan kepadanya lewat surat dengan bunga mawar yang aku letakkan ditempat duduknya.
#Cerita Didramatisir
*Nama Tokoh Diganti :D




1 komentar:

  1. Tifa Poker Tourney - Tifa Sportsbook
    ‎Tifa titanium nose hoop Series Series titanium white octane blueprint Series Series · ‎Tifa Series Series Series Series titanium mug Series chi titanium flat iron · ‎Tifa Series Series Series Series Series titanium bmx frame

    BalasHapus